CERDAS BALITA
Cegah dan Kenali Gangguan Pernapasan pada Anak Balita
“Kenali gejalanya, rawat dengan aman, dan ketahui kapan harus mencari pertolongan.”
Untuk orang tua, pengasuh, kader posyandu, dan masyarakat umum.
Tim penyusun
- Oky Istiowati, S.Kep., Ns.
- Effiana Abidin, S.Kep., Ns.
- Indra Setiawan, S.Kep., Ns.
Fasilitator
- Dr. Eppy Setiyowati, S.Pd., S.Kep., Ns., M.Kes.
- Priyo Mukti Pribadi Winoto, S.Kep., Ns., M.Kep.
Kenali gejala gangguan pernapasan
Pilih topik di bawah ini.
Bagaimana mengenali napas cepat?
| Usia anak | Batas napas cepat |
|---|---|
| Kurang dari 2 bulan | Memerlukan penilaian khusus oleh tenaga kesehatan |
| 2–11 bulan | 50 kali/menit atau lebih |
| 12 bulan hingga kurang dari 5 tahun | 40 kali/menit atau lebih |
Tanda yang perlu diperhatikan
- Napas lebih cepat dari biasanya saat istirahat.
- Hidung tampak kembang-kempis saat bernapas.
- Dada bagian bawah terlihat tertarik ke dalam.
- Anak sulit minum atau tampak sangat lemas.
Alat bantu hitung napas
Sumber:
Batuk dan pilek
Pilek umumnya disebabkan virus dan sering membaik dengan perawatan yang tepat.
Gejala yang sering muncul
- Hidung berair atau tersumbat.
- Bersin dan batuk.
- Demam.
- Nafsu makan atau minum menurun.
Sigap tanggap perawatan di rumah
- Tetap berikan ASI atau nutrisi sesuai usia.
- Bantu bersihkan hidung.
- Berikan anak istirahat yang cukup.
- Pantau napas, minum, buang air kecil, dan aktivitas.
Perhatian & hindari
- Antibiotik tanpa resep dan indikasi yang tepat.
- Obat batuk-pilek sembarangan.
- Uap air panas.
- Madu untuk bayi berusia kurang dari 12 bulan.
Kapan perlu diperiksa?
Jika gejala makin berat, anak sulit minum, napas cepat, atau muncul tanda bahaya. Bayi kurang dari 3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih perlu segera diperiksa tenaga kesehatan.
Mengenal ISPA
ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru.
Gejala yang dapat muncul
- Batuk dan pilek.
- Demam.
- Anak lebih rewel atau kurang aktif.
- Napas cepat atau kesulitan bernapas.
Mengurangi penularan
- Cuci tangan pakai sabun.
- Tutup mulut dan hidung saat batuk/bersin.
- Jaga kebersihan dan sirkulasi udara rumah.
- Hindari asap rokok.
- Kurangi kontak dekat dengan bayi muda saat sedang sakit.
Sumber:
Mengenal pneumonia
Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang dapat membuat anak bernapas lebih cepat dan lebih sulit.
Tanda yang perlu dikenali
- Batuk, dengan atau tanpa demam.
- Napas cepat.
- Dada bagian bawah tertarik ke dalam.
- Hidung kembang-kempis saat bernapas.
- Anak sulit minum atau tampak lemah.
Apa yang harus dilakukan?
- Bawa anak ke tenaga kesehatan bila ada gejala yang mengkhawatirkan.
- Jangan beri antibiotik tanpa pemeriksaan dan arahan yang tepat.
- Ikuti pengobatan dari tenaga kesehatan.
Cara mencegah
- Lengkapi imunisasi sesuai jadwal.
- Berikan ASI dan makanan bergizi sesuai usia.
- Hindari paparan asap rokok.
- Jaga kebersihan tangan.
Sumber:
Mengenal bronkiolitis
Bronkiolitis adalah infeksi pada saluran udara kecil di paru-paru yang sering terjadi pada anak berusia kurang dari 2 tahun.
Gejala yang dapat muncul
- Awalnya pilek dan hidung tersumbat.
- Batuk.
- Napas cepat.
- Napas berbunyi mengi.
- Sulit menyusu atau minum.
Perawatan awal
- Berikan ASI atau cairan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan anak.
- Bersihkan hidung dengan lembut bila perlu.
- Pantau napas dan jumlah buang air kecil.
Mengenal mengi dan asma
Mengi adalah bunyi seperti siulan saat anak bernapas. Mengi dapat terjadi karena saluran napas menyempit, tetapi tidak selalu berarti anak menderita asma.
Gejala yang dapat muncul
- Batuk berulang.
- Napas berbunyi seperti siulan.
- Sesak napas.
- Anak lebih mudah lelah.
Yang dapat dilakukan
- Bantu anak berada dalam posisi nyaman.
- Jauhkan dari asap rokok dan pemicu yang diketahui.
- Jika anak punya asma dan rencana pengobatan, ikuti petunjuk tenaga kesehatan.
- Jangan pakai obat atau inhaler milik orang lain.
Tanda bahaya: jangan menunda!
Jika ada salah satu tanda di bawah ini, segera bawa anak ke IGD / fasilitas kesehatan terdekat.
- Kesulitan bernapas berat
- Dada bagian bawah tertarik ke dalam dengan jelas saat bernapas
- Bibir atau lidah tampak kebiruan
- Tidak mampu minum atau menyusu karena sesak
- Henti napas
- Kejang, sangat lemas, atau sulit dibangunkan
Yang perlu dilakukan
- Segera cari pertolongan medis (IGD, atau hubungi layanan darurat/ambulans setempat).
- Bantu anak berada dalam posisi nyaman saat sadar.
- Jangan memaksa anak makan atau minum ketika sesak berat.
- Jangan menunda pertolongan untuk mencoba pengobatan rumahan.
Sumber (tarikan dinding dada bagian bawah):
Cara mencegah gangguan pernapasan
Enam kebiasaan penting. Klik kartu untuk melihat penjelasan singkat.
Sumber (imunisasi, ASI, cuci tangan, udara rumah):
Apa yang harus dilakukan orang tua?
Lakukan
- Lanjutkan ASI dan berikan cairan sesuai usia.
- Bantu bersihkan hidung bila tersumbat.
- Pastikan anak beristirahat dengan nyaman.
- Pantau napas, minum, buang air kecil, suhu, dan aktivitas.
- Gunakan obat hanya sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
- Bayi tidur telentang di permukaan rata dan kokoh.
Hindari
- Antibiotik tanpa indikasi.
- Obat milik orang lain.
- Obat batuk-pilek sembarangan.
- Uap air panas.
- Madu untuk bayi di bawah 12 bulan.
- Memaksa anak minum saat sesak berat.
Kuis interaktif
Sumber referensi
- 1Pneumonia in children (lembar fakta)
- Penerbit
- World Health Organization (WHO)
- Tahun
- Versi yang diperiksa memuat data tahun 2019; lihat tanggal pembaruan pada halaman
- Tautan
- https://www.who.int/vietnam/news/fact-sheets/detail/pneumonia
- 2Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
- Penerbit
- Kementerian Kesehatan RI (situs keslan.kemkes.go.id)
- Tahun
- 2022 (tertera 14 November 2022)
- Tautan
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/1792/infeksi-saluran-pernapasan-atas-ispa
- 3One is too many: Ending child deaths from pneumonia and diarrhoea
- Penerbit
- UNICEF
- Tahun
- 2016 (periksa tanggal pada halaman laporan)
- Tautan
- https://www.unicef.org/reports/one-too-many
- 4Pneumonia — data kesehatan anak
- Penerbit
- UNICEF Data
- Tahun
- Halaman data yang diperbarui berkala
- Tautan
- https://data.unicef.org/topic/child-health/pneumonia/